Kamis, 28 November 2019

iLotte Dihadirkan Untuk Membangun Ekonomi Digital Di Indonesia



Likes - Tahun 2017 lalu, Indonesia kedatangan pemain baru didunia e-commerce. Tepat pada hari Selasa 10 Oktober 2017 lalu, adanya dua induk perusahaan besar yang berasal dari Indonesia dan Korea Selatan yang membentuk sebuah perusahaan e-commerce baru yang diberinama iLotte melalui PT Indo Lotte Makmur. Dimana kedua induk perusahaan besar tersebut adalah Salim Group dan Lotte Group. 

Steven Calvin selaku President Director PT Indo Lotte Makmur mengatakan jika Salim memiliki banyak visi untuk membangun digital ekonomi di Indonesia. Dihadirkannya iLotte merupakan salah satu bagian dari visi perusahaan tersebut untuk membangun ekonomi digital di Indonesia. Untuk bisa bertarung didunia e-commerce yang semakin sengit di Indonesia, Salim Group dan Lotte Group melalui iLotte telah memberikan investasi dana sebesar 100 juta dolar AS. 

Ardi Sudarto selaku Chief Marketing Officer PT Indo Lotte Makmur mengatakan jika iLotte setidaknya memiliki 3 konsep unggulan yaitu : 

1.    Flash Delivery

Ini merupakan fitur yang memungkinkan para konsumennya bisa menerima barang yang dipesannya melalui iLotte hanya dalam rentang waktu 3 jam saja setelah mengkonfirmasi telah melakukan pembayaran. 

2.    iPoint

Ini merupakan fitur point reward dan bukan eWallet. Tetapi tidak bisa dipungkiri jika nantinya iPoint ini akan bertransformasi menjadi eWallet.

3.    iStyle.id 

Ini merupakan media bagi mereka para generasi milenial yang sediakan oleh iLotte. 

iLotte memiliki konsep yang hampir sama dengan yang diusung oleh Lazada dan Blibli yang lebih dulu eksis di ranah e-commerce Tanah Air. Baik Lazada ataupun Blibli memang menerapkan sistem penjual tertutup. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika masih adanya penjual individu ataupun toko yang ikut menjual barangnya di kedua e-commerce tersebut. Tetapi iLotte berbeda dengan kedua e-commerce tersebut karena hanya mengizinkan berbagai brand serum, hingga fashion resmi untuk  bisa berjualan di e-commerce milik mereka. Di iLotte tidak adanya personal seller. 

iLotte yang mengusung konsep brand mall ini, dimana disetiap brand atau merk yang menjual produknya di iLotte memiliki penampilan tersendiri. Sehingga seolah olah sedang memasuki ke website dari masing masing brand. Kerjasama yang dilakukan oleh kedua raksasa yang berasal dari Indonesia dan Korea Selatan ini dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi wajah e-commerce yang satu ini. Misalnya saja di iLotte ini akan ditemukannya dengan mudah produk produk dari Korea seperti Korea Fashion, kosmetik, dan juga bisa dibelinya kimchi bagi mereka para penggemar Korea. Philip Lee selaku Chief Executive Officer iLotte mengatakan jika 100 produk Korea bisa ditemukan dengan mudah di iLotte.


Dihadirkannya iLotte di ranah e-commerce Indonesia tentunya menjadi tanda manisnya segmen ini. Secara menyeluruh pendapatan e-commerce ini berada diangka 7,05 miliar dolar AS pada tahun 2017 lalu. Hal ini terjadi berkat pesatnya penetrasi konsumen yang dapat mencapai hingga 10,6 %. Fashion merupakan segmen yang paling menonjol didunia e-commerce Indonesia. Diperkirakan jika fashion ini mampu mengambil 2,46 miliar dolar AS pendapatpan e-commerce ditahun 2017 lalu. Sedangkan ditahun 2022 mendatang diperkirakan bisa dicapainya angka hingga 16,47 miliar dolar AS jika terjadinya peningkatkan jumlah konsumen sebesar 15,7 %. 

Didalam dunia e-commerce Indonesia, iLotte tidak hanya berhadapan dengan segmen yang hampir mirip dengan Lazada atau Blibli saja, tetapi iLotte juga harus berhadapan dengan e-commerce lain yang mengusung konsep market place seperti Bukalapak dan Tokopedia. Dan bahkan Bukalapak pernah mengklaim jika dirinya mampu mencapai transaksi hingga sebesar Rp. 50 miliar pada tahun 2016. Sedangkan Tokopedia telah menerima pendanaan baru sebesar 147 juta dolar AS. 

Meski di Indonesia ini jumlah e-commerce cukup banyak, tetapi iLotte optimis jika pihaknya dapat menarik pangsa pasar yang signifikan dengan menawarkan konsep mall in mall dan brand in mall. Ardi Sudarto selaku Chief Marketing Officer PT Indo Lotte Makmur mengatakan jika perumusan konsep e-commerce telah dilakukan sejak awal tahun 2016 lalu oleh Salim Group dan Lotte Group. Ketika itu dibutuhkannya waktu selama setahun untuk melakukan proses perumusan model bisnis dan pengurusan ijinnya karena memang perusahaan ingin menciptakan sesuatu yang berbeda. Akhirnya pihaknya sepakat jika akan membuat online mall yang akan melayani masyarakat Indonesia. iLotte ingin menawarkan pengalaman belanja yang berbeda bagi masyarakat Indonesia. 

Di iLotte ini hanya ada authorized brands atau penjual resmi dari merk terkait sehingga para konsumennya dijamin bisa mendapatkan barang yang asli dan tentunya dengan kualitas terbaik. Untuk konsep mall in mall yang diusungnya, iLotte melakukan kerjasama dengan beberapa pihak seperti Lotte Shopping, Lotte Mart, dan juga LEJEL. Sehingga para konsumennya bisa membeli barang barang yang dijual oleh ketiga perusahaan tersebut tanpa harus mendatangi tokonya secara langsung. 

Konsep sama yang dilakukan didalam brand in mall ini dimana sudah adanya sejumlah brand nasional dan internasional yang disedikan iLotte seperti Minimal dan Giordano. iLotte tidak hanya menyediakan produk fashion dan elektronik saja tetapi juga menyediakan produk groceries. Selain itu disediakan juga kanal K-Shop yang khusus menjual barang barang yang berhubungan dengan Korea Selatan. Telah disediakannya 100.000 produk asal Korea Selatan di iLotte. Melakukan promo memang merupakan salah satu challenge e-commerce. Begitu juga bagi iLotte yang melakukan promo tetapi yang masuk akal. 

Diklaim Ardi jika iLotte memiliki banyak fitur yang dapat digunakan, tetapi yang utama hanya ada 3 fitur seperti yang telah dijelaskan diatas yaitu Flash Delivery, iPoint, dan juga iStyle. iLotte ini sendiri merupakan sebuah perusahaan e-commerce yang akan merevolusi cara belanja konsumen di Indonesia. iLotte hadir sebagai e-commerce pertama yang menawarkan konsep online mall. Di iLotte ditawarkannya berbagai pilihan dari berbagai produk ternama dibidang mode, kecantikan dan kesehatan, kebutuhan ibu dan anak, elektronik dan kebutuhan rumah tangga, kebutuhan olahraga dan hobi serta makanan dan juga minuman.

Dengan investasi sebesar 100 juta dollar AS, aplikasi yang dapat diunduh di ponsel android ataupun iOS ini telah menyediakan berbagai macam produk dari brand ternama seperti Shiseido, Alleira, Damn I Love Indonesia, Volkswagen, Piaggio-Vespa, Audi, Apple, Acer, Canon, Fuji Film, Nike, hingga Samsonite. Diluncurkannya iLotte di Indonesia di tahun 2017 lalu merupakan momen yang paling tepat, karena ekonomi di Indonesia sendiri sedang berkembamg dengan pesatnya. 

Adanya perpaduan antara jaringan distribusi yang luas dengan infrastruktur logistic yang kuat dari Salim Group ini menjadi kekuatan bagi bisnis ritel milik Lotte Group, sehingga mampu menghantarkan iLotte menjadi salah satu contributor paling kuat di industri e-commerce Tanah Air. Diadakannya kampanye #RevolusiShopping oleh iLotte selama masa peluncuran di bulan Oktober 2017 lalu, dimana pada saat itu ditawarkannya berbagai macam promo dan kesempatan untuk bisa memenangkan hadiah liburan untuk 10 orang ke Korea Selatan.


EmoticonEmoticon